header

Blogspot GROGI

>> 15 Februari 2011


ternyata bule juga bisa grogi. Ceritanya pas saya mau bales komentar di salah satu postingan. Blogger minta verifikasi kata GROGI.


Read more...

Cateye Loop : Reset

>> 04 Februari 2011

Cateye Loop adalah produk lampu safetylight bikinan pabrik "matakucing" yang paling mudah dibongkar pasang karena mengunakan pengikat karet elastis dan pengait yang fleksibel.
Dalam paket pembeliannya kita mendapatkan sepasang lampu, merah untuk lampu belakang dan putih untuk lampu depan. Masing masing lampu memiliki modus flasing atau kedip kedip dan konstan tanpa berkedip. Menggunakan dua buah baterai CR32 ato sama dengan baterai jam tangan. Pertama kali sebelum digunakan modus try me harus dinonaktifkan, caranya bisa dilihat disini .
Setelah pemakaian beberapa lama ada kemungkinan lampu kembali ke mode try me, artinya lampu akan mati otomatis setelah 30 detik. Dalam kasus yang saya alami, kejadiannya menimpa lampu belakang, kemungkinan karena cipratan air yang menyebabkan embun ato kelembaban didalam lampu. Saya mencoba menonaktifkan seperti pada video demo tersebut ternyata tidak berhasil. Iseng saya coba buka lampu dan saya lepas baterai kemudian pasang kembali. Setelah dicoba lampu kembali normal.

Read more...

Asuransi Sepeda : Ternyata ada

>> 30 Januari 2011

Belakangan marak banget pencurian sepeda baik di parkiran umum, parkiran kantor bahkan di dalam rumah. Sasarannya tidak pandang bulu mulai sepeda abal abal hingga MTB kelas premium. Kejadiannya pun sering banget dalam sebulan selalu saja ada berita sepeda hilang yang dirilis di milis dan web B2W maupun sepedaku.com. Berbagai tanggapan dan simpati kepada rekan goweser yang menjadi korban membanjiri milis dan web. Mulai dari tips menggembok sepeda, tempat parkir yang aman hingga langkah-langkah pelaporan kepada polisi lengkap dengan detil-detilnya.

Dari semua langkah preventif yang diinfokan temen-temen tsb jarang sekali yang menganjurkan asuransi sepeda. Mungkin karena selama ini kita belum pernah denger yang namanya asuransi sepeda. Karena penasaran saya gugling dan ternyata sudah ada lho asuransi buat sepeda. Penyelenggaranya salah satu perusahaan asuransi swasta yang cukup beken. Namun anehnya di website perusahaan tsb tidak ada informasi produk asuransi sepeda. Iseng-iseng saya coba kontak rekan yang bekerja di salah satu asuransi melalui email dan hasilnya saya dapat brosur asuransi sepeda. Buat rekan semua yang barangkali perlu silahkan diunduh

Note :
saya bukan sales marketing asuransi
Klik aja untuk lebih jelasnya

Read more...

Perpanjangan STNK Cukup 30 Menit

>> 29 Januari 2011


Baru tahu kalo perpanjangan STNK cuma butuh waktu setengah jam. Selama ini stigma yang melekat pasti ribet dan lama, makanya bertahun tahun punya kendaraan bermesin selalu urus STNK via biro jasa atau calo. Tentu dengan biaya yang lebih mahal antara 30 ribu sampe 50 ribu. Tapi biro jasa deket rumah yang saya pake tahun kemaren bener bener "ngehe" masa buat jasanya aja musti bayar 100 ribu dengan alasan buat beli materai, fotokopi berkas dan biaya administrasi. padahal tarif jasa resminya cuma 30 ribu. So daripada dikibulin lagi, tahun ini saya coba urus sendiri itung-itung pengalaman.

Syarat yang dipersiapkan cuma KTP asli, BPKB+STNK asli plus duit tentunya. Semua berkas tadi wajib difotokopi. Saran saya mending fotokopinya di tempat fotocopy yang ada di samsat, semua berkas udah diurutin dan dimasukkan ke dalam stopmap sama tukangnya. Berhubung domisili saya di Tangerang Kota maka meluncurlah saya ke samsat Cikokol, pas lagi copy berkas sama abangnya dikasih tahu kalo untuk pengurusan STNK Kecamatan Cipondoh, Ciledug, Karangtengah, dan Pinang dilayani di Samsat Ciledug.

Ok singkatnya saya harus pindah ke samsat Ciledug, disambut dengan banner di pintu masuk "Perpanjangan STNK maksimal 60 Menit setelah berkas lengkap". Coba saya buktikan:
. 10.05 Menyerahkan berkas ke loket Pengambilan Formulir di Lt 1
. 10.10 Nunggu lima menit langsung dipanggil
. 10.15 Berkas diserahkan ke Loket Daftar Ulang di Lt 2
. 10.20 Dipanggil untuk Cek BPKB asli
. 10.30 Dipanggil ke Loket kasir buat bayar PKB
. 10.35 Dipanggil untuk ambil STNK

Ternyata benar kurang dari 60 menit, padahal yang ngurus STNK lumayan rame maklum hari sabtu. Satu lagi di lantai 2 disediakan tempat bermain anak, jadi pengunjung yang bawa krucil bisa memanfaatkan sembari menunggu proses di Samsat. Di sekitar lokasi juga tidak tampak calo berkeliaran. Total biaya diluar tarif pajak cuma 7000 rupiah saja, goceng buat potokopi dan stopmap sisanya buat parkir.

Read more...

Gowes Rutin BAB Lancar

>> 18 Januari 2011

Satu lagi bukti empiris manfaat B2W yang saya rasakan. Gowes pagi bikin BAB a.k.a buang air besar alias pup alias rekob jadi lancar. Semenjak break gowes pasca operasi tiga bulan yang lalu ritme biologis saya ternyata berantakan, panggilan alam itu datang suka suka kadang pagi kadang sore kadang malem.Seringkali malah produksi limbah itu berhenti alias macet. Syukur seminggu ini setelah mulai rutin B2w lagi ritme itu kembali normal. Sampai di kantor sebelum mandi pasti pengen bang bing bung kita nabung.

Saya belum gugling dan kayaknya gak perlu riset untuk membuktikan hubungan gowes dan pup wong ini cuma perasaan saya saja kok. Praduga saya sih karena otot-otot pencernaan kita ikutan bergerak dan berkontraksi selama gowes. Sebab lain karena lubang knalpot kita kesodok-sodok sama sadel sehingga "emas organik" itu buru buru mau keluar hehehehehehe.

So,buat anda yang ritme biologisnya acak adut coba aja gowes rutin tiap pagi, muter muter komplek aja juga gapapa, kalo beruntung pasti septikteng anda cepat penuh. Its work on me.

Read more...

Alternatif Rear Rack dan Fender Untuk Seli

>> 08 Juni 2010

Beberapa seli seperti Dahon Eco3, Dahon Speed P8 dan Downtube Nova dari pabriknya memang tidak dilengkapi dengan rear rack dan fender. Walhasil bagi sebagian pemilik seli tersebut, ketiadaan rear rack dan fender cukup merepotkan. Pada saat turun hujan cipratan air kotor dari ban depan maupun belakang nyaris tak bisa dihindari. Pun demikian saat harus membawa barang atau baju ganti buat ber-B2W, terpaksa harus pake ransel atau backpack. Penggunaan backpack/ransel untuk gowes dalam jangka waktu yang cukup lama atau jarak yang cukup jauh seringkali menimbulkan pegal di pundak atau punggung. Bagi pecinta touring/bike packer membawa beban atau barang di rear rack tentu menjadi keharusan.

Jika berminat menambahkan rear rack atau fender untuk seli kesayangan, para pengguna seli sering dihadapkan pada susahnya mendapatkan kedua barang tersebut. kalaupun ada harganya (menurut ukuran kantong saya) cukup mahal. Sebut saja rear rack ArchLite yang merupakan aksesoris original Dahon dibanderol 450 ribu, atau Topeak Tourist DX yang dibanderol sekitar 375 ribu. Untuk fender rasanya tidak ada pilihan lain selain SKS fender seharga 350 ribu sepasang.


Alternatif Fender dan Rear rack Murmer

Jika fungsi dan harga menjadi prioritas anda dalam memilih rear rack maka rak Polygon seharga 75 ribu ini layak dipilih. Keunggulan rak ini selain harganya yang murah serta mudah didapat adalah tiang penyangganya cukup tinggi mirip Topeak Tourist
DX sehingga siap untuk dipasangi side pannier. kekuatan rak ini juga tak perlu diragukan maklum bahannya benar benar dari besi.Salah satu kekurangannya mungkin beratnya yang nyaris 1.5 kilo.

Berikut ini contoh aplikasi rak polygon di Eco3 saya


Untuk fender atau spakbor bisa dicoba dengan fender sepeda mini seperti gambar dibawah ini. bahannya terbuat dari stainless steel. dipasaran ada dua model model yang lebar dan yang ramping. Model yang ramping nampak lebih stylish dan cocok dipasangkan di seli, harganya 35 ribu sepasang untuk model lebar dan 55 ribu untuk yang ramping. Kebetulan saya baru saja mendapatkan spakbor ini di toko sepeda Roda jaya meruya. Jika anda kurang sreg dengan warna stainless steel yang kinclong, tinggal dilapis dengan stiker untuk bodi motor sesuai dengan warna favorit anda atau disesuaikan dengan warna bodi seli.


Read more...

Pertimbangan Dalam Memilih Sepeda Lipat

>> 26 Mei 2010

Menurut hemat saya, dalam memilih sebuah sepeda lipat (seli) pertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

FUNGSI DAN PEMAKAIAN :
Bagaimana seli nanti akan digunakan, apakah sebagai alat transportasi/commuting harian atau sekedar dipakai olahraga sabtu/minggu

kalo pemakainnya lebih kepada alat transportasi/commuting harian yang jadi pertimbangannya adalah apakah dipakai mix commuting dengan moda transportasi lain seperti bus dan Kereta/KRL atau gowes langsung point to point.

Jika dipakai untuk mix commuting maka seli dengan diameter ban 16" menjadi sangat ideal mengingat dimensi ketika dilipat cukup ringkas sehingga gampang untuk ditenteng kedalam bus/ kereta

Jika penggunaannya untuk commuting point to point dengan jarak yang lumayan jauh > 10 km serta kondisi permukaan jalan yang beragam maka seli dengan ukuran diameter 20" bakalan lebih nyaman.

BUDGET
setelah fungsi dan kegunaan ditentukan sekarang tinggal tentukan budgetnya, rentang budget untuk seli berkisar 1 s/d 25 jutaan

Pasar seli di indonesia didominasi oleh seli 20" dengan rentang budget 2- 3 jutaan, pilihannya beragam seperti yang sudah saya tulis disini beserta tabel perbandingannya

MODEL DAN CARA LIPATAN
Pilih seli yang menurut anda mempunyai model lipatan dan cara melipat yang mudah dan praktis. Model Lipatan DLT (Dahon Licensed Technology) paling jamak diterapkan di seli yang beredar saat ini

KELENGKAPAN DAN AKSESORIS
pertimbangkan Kelengkapan dan aksesoris seli seperti spakbor dan rak belakang, meskipun sepele namun sangat berguna.

Read more...

The Power Of Online Media

>> 19 Mei 2010

Udah lebih dari seminggu sambungan telpon di rumah ngadat, kalo ditelpon ada nada sambung tapi pesawat gak bereaksi sama sekali alias gak bunyi. Pun demikian kalo buat nelpon selalu nada sibuk yang terdengar. Udah lapor ke provider berulangkali jawabannya cuma laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti.Tapi sampai hari kedelapan ini tidak satupun petugas yang bertandang ke rumah.

Kejadian kayak gini bukan kali pertama ini saya alami, beberapa bulan yang lalu koneksi internet dirumah juga dudul. Anehnya setiap kali lapor ke CS-nya penjelasan dan solusi selalu sama. Dimulai dengan mencabut kabel koneksi sampai mematikan modem. Setelah cara-cara primitif itupun gagal petugas menjanjikan untuk meneruskan keluhan saya ke technical support karena masalahnya ada pada jaringan. Saya pun diminta menunggu maksimal 3 jam dan akan dikonfirmasi. Namun janji tinggal janji, gangguan koneksi tak kunjung selesai.

Bosan menunggu, saya tuliskan masalah itu melalu surat pembaca di sebuah media online. Hasilnya cukup manjur, 3 jam berselang dari terbitnya keluhan saya pihak provider menelpon dan menyampaikan informasi bahwa koneksi internet sudah normal kembali.Kali ini informasi itu benar, internat di rumah kembali lancar jaya bahkan tiap minggu selama sebulan semenjak kejadian itu pihak provider selalu menghubungi untuk menanyakan apakah ada keluhan terhadap koneksi internet saya. Kayaknya tuh provider trauma sama pelanggan kayak saya hahahaha.

Read more...

#1 in Google

>> 12 Mei 2010


Hari ini iseng-iseng ngetik Dahon Eco 3 di mbah gugel dan ternyata tulisan saya nangkring diurutan teratas daftar pencarian. Kayaknya bukan karena faktor tulisan saya yang berbobot tapi karena dahon eco 3 memang jadi primadonanya seli saat ini. Terima kasih buat yang sudah sudi mampir di blog ini.

Read more...

New Baby Born : PATROL

>> 04 Mei 2010

Photobucket

Frameset
Frame : Patrol FXP 2009
Headset : FSA Sealed Bearing
Seatclamp : Amoeba

Suspension
Fork : Rock Shox Tora 318 U-Turn 85-135
RearShock : KS 290 CoilSpring

Wheelset
Rims : Alexrim XCR100D
Spokes : Alloy
Hub/Freehub : Novatec Best
Tire : Maxxis Swampting 26 x 2.35
Inner Tube : Maxxis 26 x 2.35 presta valve

Brakeset
Brakelever : Shimano M575
Kaliper : Shimano M575 with 7" disc adaptor
Rotor : Alligator 7"

Control
Handlebar : Controltech
Stem : Truvativ Hussevelt
Handgrip : Dabomb Hollyshit
Seatpost : Amoeba Borla 31.6"
Sadel : WTB Rocket V
Pedal : Wellgo Dual Purpose

Drivetrain
Shifter : SRAM X7
RD : SRAM X9 Medium Cage
FD : Shimano Deore
Crankset : Shimano SLX Dual Chainring 36-22 with Bashguard
Cassette : SRAM X9
Chain : Shimano SLX HG76
Outer Cable : Shimano

kisah perburuan parts dan komponen ada disana sini

Read more...

Memilih Sepeda Lipat : 2 - 3 Juta

>> 30 April 2010

Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat di seberang sana meninggalkan pesan di inbox saya, berikut isinya :

Saya berencana akan membeli seli model DAHON DLT X-1, kira-kira apa yang harus saya apgred supaya lebih nyaman?Sekalian dengan nama & harganya

kalo beli X1 ato seli-seli lain yang perlu upgrade secara fungsional (bukan upgrade tampilan) cuma bottom braket alias as pedal, ganti dengan model sealed bearing biar gowesan lebih ringan dan lancar serta lebih awet, harganya cuma 80 rb kok. selebihnya tinggal setel jari jari dan rem saja. oiya ganti sadel juga bisa dipertimbangkan kalo tante merasa sadelnya kurang nyaman

Apa seli ELEMENT MAXX kualitas barangnya bagus atau tidak

Seli ELEMENT MAXX menurut saya Value For Money fitur dan riding feelnya oke, tinggal membiasakan cara melipat setang saja (karena agak keras)

Lebih bagus mana & nyaman seli model DAHON DLT X-1 atau ELEMENT MAXX

kalo ditanya lebih bagus mana DLT X1 dan MAXX saya (pendapat saya pribadi ya) prefer maxx dengan pertimbangan sisa budgetnya lumayan kan 400 ribuan bisa buat beli lampu helm dan perintilan gowes lainnya.

Seli model FOLD-X kualitas barangnya bagus atau tidak

tentang FOLD X saya belom pernah nyoba jadi no comment

penasaran dengan Fold X, akhirnya saya browsing sana sini, kayaknya yang model Fold X Slider 20" oke juga tuh secara teori dan penampakan kualitas frame dan speknya sekelas element Maxx nilai plusnya dari lipetan setangnya yang lebih ringkes dibanding maxx (mirip dahon Vitesse, Speed P8) setangnya juga memungkinkan untuk diganti-ganti plus bisa ganti diskbrake belakang

kalo ngeliat harganya yang sekitar 2.4 jt kayaknya bakalan ngalahin maxx tapi untuk perbandingan yang fair harus dicoba test drive satu satu.

saran, kalo bisa cari toko sepeda yang lumayan lengkap stoknya biar bisa nyobain seli berbagai merk sebelum memutuskan membeli

==========================================================
Sekilas dari pertanyaannya kayaknya SELI idaman beliau sudah jelas spesifikasinya yaitu Ukuran Ban 20" dengan rentang Budget 2 s/d 3 Juta.

Dipasaran, varian SELI ukuran 20" dengan rentang Budget 2 - 3 juta sangat beragam bahkan bisa dibilang mendominasi. Semuanya mengusung teknologi bahan dan Lipatan frame yang hampir sama yaitu aluminium dengan lipatan DLT (Dahon Licensed Technology). Yang membedakan selain harganya juga model lipatan di setang dan kelengkapan/aksesoris yang disertakan dalam paket pembelian. Beberapa seli tersebut antara lain yang pernah saya coba adalah :

1. Dahon Eco 3 Rp 3 Juta
2. DLT X1 By Ecosmo Rp 2.8 Juta
3. Polygon Urbano by Ecosmo Rp 2.8 Juta
4. Polygon Edisi B2W Rp 2.8 Juta
5. Downtube Nova Rp 2.5 juta
6. Element Sky Rp 2.4 juta
7. Element Maxx / MAxx II Rp 2.3 Juta

Sebenarnya banyak seli dengan merk lain seperti Genio, Family, Lauxx, serta Fold X seperti disebutkan diatas namun berhubung saya belum pernah mencobanya maka nggak berani kasih saran atau review. Terlampir saya buatkan tabel perbandingannya

Klik Aja untuk lebih jelasnya


Sebenarnya ada satu lagi seli pendatang baru dari produsen lokal, Wim Cycle Pocket Rocket 20 ". Kualitas bagus dan harganya itu lho under 2 juta sangat bersahabat dengan dompet. Saya tidak memasukkan di tabel seli karena rentang harganya diluar 2-3 jutaan seperti kriteria.

Read more...

What A Friday

Jumat pagi ini bangun kesiangan, bukan karena semalem begadang perang melawan 70 yahudi lho. Sempet bimbang antara berkereta Express ato mancal si koneng. Sembari mengumpulkan nyawa akhirnya kemas-kemas baju ganti. Ya akhirnya gowes juga meski jam dinding udah menunjukkan angka 6.45, telat start 15 menit dari biasanya.

Buat nguber waktu, start gowes langsung full power. Jalur Pistol yang notabene merupakan rute tercepat untuk sampai di Jakarta, pagi ini cukup ramai. Mudah-mudahan lancar sampai di kantor.Menjelang tugu batas Jakarta tiba-tiba seekor ayam nyelonong aja tanpa tengok kiri kanan, ya iyalah kan ayam matanya udah di kiri dan kanan ngapain lagi kudu nengok kiri kanan, buang buang energi aja. Walhasil sukses nabrak ayam dan nyusruk ke hamparan tanaman hias. Lihat kondisi sekitar gak ada orang lihat hihihiihihi tu ayam kayaknya sehat wal afiat cuma sedikit shock aja, mudah mudahan dia gak punya riwayat penyakit jantung. Buru buru deh saya kabur, beberapa tanaman hias di polybag nampak berantakan hehehehehe, maaf.

Sampai pertigaan depan SMP 134 Kembangan sedikit macet,beberapa motor yang harusnya ambil arah memutar nampak menerobos pembatas jalan dan melawan arus. Dengan dalih buru buru, saya ikutan ngantri buat melawan arus, karena cukup padat terpaksa berhenti sebentar. Maksud hati pengen nyandar ke pembatas jalan ternyata oh ternyata pembatasnya terbuat dari fiber yang dalemnya kopong. Tepat saat tangan saya bersender diatasnya, bergeserlah pembatas itu dan Brukk!! nyungsep dengan sukses. Sakit?? enggak sama sekali. malu??? iya hehehehe

Sampai di Semanggi ban belakang bocor. Terpaksa deh nuntun sampai kantor. Bongkar boangkar panier baru ketahuan kalo gak bawa tools dan pompa. Ya sudah lagsung parkir dan lari menuju lift. Pintu lift terbuka dan udah belasan orang di dalamnya.Terpaksa mengalah menunggu lift berikutnya yang agak sepi daripada dimaki-maki karena menyebar bom bau keringat dalam lift. Akirnya sampai juga di lt 10, absen sidik jari 8.08, 2 menit sebelum toleransi keterlambatan.

Read more...

Sepedaku Dotkom Ngadat

>> 28 April 2010

Malam ini 28 April jam 21.02 sepedaku dotkom, situs sepeda nomer satu di Indonesia ngadat. terpampang jelas di monitor pemberitahuan This Account Has Been Suspended. Awalnya saya pikir koneksi internet saya yang diblokir karena telat mbayar, tapi dicoba buka salah satu situs berita terpopuler lancar jaya tuh. Mudah mudahan cepet teratasi.

Read more...

10.000

>> 06 Februari 2010

10.000 rupiah mungkin tidak begitu berarti, hanya cukup untuk makan siang di kantin pinggir kali.

10.000 kilometer sungguh sangat berarti. Hari ini 6 Februari 2010 aku sudah bersepeda sejauh ini.

Photobucket

Read more...

2010

>> 27 Januari 2010

Posting pertama di 2010, setelah sekian lama terlupakan akhirnya kembali lagi menulis. Menengok kembali rumah yang nyaris sepi ditinggal penghuninya, menyapa kembali karib dan sahabat yang datang berkunjung. Terima kasih semua atas semua kunjungannya mohon maaf tidak ada suguhan maupun camilan yang bisa dinikmati.

Read more...

Touring I : Tangerang - Rindu Alam

>> 03 November 2009

Niat awalnya cuma pengen nemenin om Jotrisno testdrive element maxx yang udah upgrade 9 Speed, diajak gowes ala piyayi ke kota mBogor. Lha kok mendadak beliau menyatakan tidak bisa gowes di hari sabtu. Walhasil rencana awal terancam gagal. Untunglah waktu nongkrong di bengkel pakdhe ketemu Om Yani, juragan kambing dari Tanah Abang. Chit-chat ngalor ngidul akhirnya malah janjian gowes Jakarta-Rindu Alam-Jakarta....... Gentlement, Let start The Journey !!

Etape I : Cipondoh - Pondok Indah - Cinere
Start dari rumah bakda subuh, janjian ketemu om Yani di arteri pondok indah seberang Rodalink.
Tepat jam 5.30 udah nyampe di tempat janjian. Cek henpon ada sms masuk ternyata Aki supri yang niatnya mo gabung batal karena ban sepedanya bocor. Perjalanan lanjut ke arah lebakbulus, disamping terminal om yani ambil jalan alternatif, blasak- blusuk tahu tahu nyampe di Cinere. Sepakat untuk pitstop sarapan bubur ayam didepan Cinere Mall.

Etape II : Cinere - Parung - Semplak - Bogor
Jam 6.30. Setelah isi BBM (BuBur ayaM) perjalanan segera dimulai, kali ini om yani bertindak sebagai leader secara beliau udah tahu lika-liku jalan menuju Kota Buitenzorg (belakangan baru saya tahu kalo ternyata itulah jalur satu-satunya yang om yani tahu). Jalur kali ini cukup panas dan ramai dengan angkot tapi tidak sampai macet. Kontur jalan lumayan datar dengan aspal rusak di beberapa ruas. Kurang dari satu jam kemudian sampai di pertigaan pasar parung, persimpangan ini merupakan titik temu dengan jalur BSD - Parung via puspitek ( next trip saya bakal coba jalur itu). Butuh waktu sekitar 10 menitan buat melepaskan diri dari kemacetan parah di pasar parung. Selepas itu perjalanan relatif lancar, aspal jalan raya parung-bogor yang mulus memungkinkan average speed diatas 25 kpj.

Jam 8.30. Memasuki kota bogor via semplak. Tepat di depan Lanud Atang Sanjaya terjadi insiden kecil, aspal yang rusak bikin kubangan kebo di tengah jalan dan kali ini yang jadi kebonya om yani hehehehehe. Akibat angkot yang ngerem mendadak X-trada merah dan penunggangnya jatuh ke kubangan. Akibat insiden tak berdarah ini celana dan baju om yani belepotan. Sakit nya sih enggak seberapa cuma malu diliatin orang- orang. Setelah rehat sebentar perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur teduh ke arah stasiun bogor. Meski adem kontur jalan ini kayaknya nanjak landai, soalnya gowesan kayaknya nambah berat aja.

Etape III : pemanasan pra-nanjak >>Bogor - Tajur - Gadog
Jalur Bogor-Ciawi/Gadog via tajur emang lumayan menyiksa dengkul. Tanjakan landai nan panjang seakan gak ada habisnya. Kondisi jalan yang lagi diperbaiki membuat kemacetan parah sepanjang perjalanan. Terpaksa gowes mlipir lewat jalur paling pinggir, meleng dikit bisa nyusruk ke got atau ditubruk motor yang merangsek minta jalan. Panas, Debu dan macet ini benar-benar menyiksa.

Etape IV : Gadog - RA
Jam 10.15. Lokasi Alfamart samping RM Sederhana Gadog. Total distance di cyclo udah menunjukkan 80 km. Setelah rehat sekalian belanja isi bidon tepat jam 10.30 perjalanan dilanjutkan. Panas udah mulai berasa sampe ubun-ubun tapi niatan buat sampe ke RA udah kuat. Target awal sekitar jam duabelasan udah sampe di masjid At-ta'awun buat sholat dhuhur. Awal start gowes masih pede dengan semangat membara, pas sampe tanjakan patung ,OH no tinggi banget, nyali langsung ciut, semangat dan irama gowesan semakin susut. Kombinasi chainring langsung pindah ke 22-32. target awal sholat di at-ta'awun langsung direvisi, sholat di masjid terdekat hahahahahahaha. Gaya gowes langsung berubah ala babi alias nunduk mulu gak berani lihat ke depan. sejauh mata memandang hanya hitam aspal dan ujung ban depan yang berputar pelan. Sempat ngelirik cyclo, Damn!!! cuma 5 kpj ,asli bikin tambah stress. Akhirnya itu cyclo saya balik menghadap ke depan biar layarnya gak kelihatan dari tatapan mata hahahahaha.

Menjelang tanjakan Hotel Cikopo om yani menyusul, flatbar dan pedal cliplessnya benar-benar efektif buat kombinasi
chainring 32-34 nya. sementara saya dengan pedal flat dan raiserbar hanya bisa menunduk dan semakin menunduk (malu). sampe ditengah tanjakan terjadi insiden berdarah, om yani terjatuh dan dengkulnya lecet. setelah menepi baru ketahuan kalo rante nyelip diantara spoke dan gear terbesar. kayaknya setting RD X-tradanya bermasalah akibat jatuh di kubangan semplak.

Blessing in Disguise!! sambil nyetel RD sekalian bisa buat ngaso menyambung napas yang udah megap-megap. Beres, perjalanan dilanjutkan. Sampai di pasar cisarua tukang es buah segar benar benar menggoda iman. Kami sepakat untuk terpikat dan berhenti tepat jam 12.00. Harusnya sudah di At-Ta'awun nih hehehehe ternyata dengkul kami cuma mampu sampu cisarua, ya sutra sekalian istirahat sholat. 12.30 gowes lagi tetep dengan gaya Babi. Sumpah panasnya minta ampun. Tanjakan Pardede yang nauzubillahmindalik berhasil dilewati dan gak berasa mulai masuk kawasan kebun teh gunung mas, disinilah saya merasa diejek oleh alam, dalam benak saya setelah tikungan sehabis tanjakan adalah jalan datar namun apa daya ternyata cuma tanjakan dan tanjakan. Pemandangan Kawasan Puncak yang konon katanya indah dan segar ternyata bohong hahahahaha boro boro mau tengak tengok melihat pemandangan lha wong yang ada cuma nunduk lihatin aspal yang mulai diselimuti kabut tipis.

Jam 14.00 lokasi sekitar At-ta'awun, dengkul udah mau semplok ditambah udara berkabut dengan angin lumayan kencang mengharuskan rehat untuk kesekian kalinya. sempet mengganti energi dengan Power bar ala puncak alias gemblong manis. Lumayan buat cadangan power sampai ke finish. Tikungan dengan tipuan tanjakan setelah at taawun sudah menanti, gowes pun dilanjut hingga di kejauhan nampak tulisan segede gaban RM RINDU ALAM. wah bentar lagi nyampe nih....tapi kok udah 20 menit gowes gak nyampe-nyampe yang ada tikungan lagi dan tanjakan lagi. ya sudahlah serius gowes aja udah kepalang tanggung. Pokoknya Gowes dan gowes sampai akhirnya nemu juga turunan.Yihaaaa !!! seperti hilang dahaga seketika tapi tiba-tiba henpon di saku jersey bergetar hebat terpaksa menepi buat menerima panggilan yang menurut feeling saya penting. "Om balik lagi om, warung mang ade udah kelewat"!! suara om yani di seberang sana. Bujubuneng mesti balik dan Nanjak lagi. Apes!! Nasib Nasib

Etape V : Bike to Home
Jam 15.15 sampai juga di mang ade. Pofercis cake dan nasi goreng jumbo langsung dipesan buat pengganti stamina. setelah sholat ashar jam 16.30 pamitan pulang. wuidih dinginnya udara puncak mulai terasa di badan. meluncur turun full speed dengan tujuan mengejar kereta ke jakarta. Sampai di gunung mas hujan lebat mendera, segera menepi dan pake raincoat. Sepanjang perjalanan sampai stasiun bogor hujan benar-benar gak berhenti. basah kuyup sekuyupnya ditambah kemacetan yang luar biasa mulai dari taman safari. Jam 18.45 di stasiun Bogor. KRL Ekonomi AC tujuan tanah Abang berangkat pukul 19.10 sampai di stasiun karet jam 20.20 kami turun dari kereta lanjut gowes ke arah tanah abang sebelum akhirnya berpisah sebelum underpass, om yani belok kiri ke arah rumahnya yang tinggal selemparan kancut sementara saya masih harus gowes lagi ke tangerang. Ok, dengan sisa sisa tenaga gowes pelan via daan mogot. Jam 21.50 sampai rumah dengan selamat!! What a Wonderful Trip


Credit :
Leader : Rio Ahmad Yani with Xtrada
Sweeper : Pras With Si Koneng
Distance : Tangerang - Mang Ade 101 km
Mang Ade - Sta Bogor 27 Km
Sta. Karet - Tangerang 23 Km
Logistic : 2 botol Pocari
4 botol aqua
2 silverqueen mini
1 mangkuk es buah
3 Power bar
gemblong
1 piring pofercis cake
1 piring nasi doreng jumbo

Read more...

Another Bike Project #2

>> 15 September 2009

Dapet lagi part second dan copotan :

  1. Sitpost Raceface Deus XC
  2. Rotor Alligator 180 mm plus adaptor belakang
  3. Crank SLX Dual Chainring


Read more...

Another Bike Project #1

>> 04 September 2009

One is not enough adalah slogan J-Co Donuts untuk menggambarkan kalo makan donut mereka cuma sebiji bakalan gak puas, pengennya nambah dan nambah lagi. Lha kok kebetulan juga - padahal emang disengaja - slogan itu pas banget sama saya. One Bike Is Not Enough, satu sepeda tidak cukup. Setelah meminang Si Koneng yang catchy, selang beberapa bulan nambah lagi si Eco yang luwes dan gampang ditekuk-tekuk. Si Koneng jadi kendaraan tempur harian menemani aktivitas B2W, sementara Si Eco lumayan sering dipakai nyonya rumah. Kadangkala si Koneng juga diajak main tanah di seputaran Parigi - JPG - Cihuni seperti kodratnya sebagai MTB. Di trek ini, spek si koneng yang lahir sebagai sepeda Hardtail sangat mumpuni, tanjakan turunan dilibas tanpa ampun, cuman kalo ketemu makadam alias jalan yang banyak batu lepasnya si Koneng kelihatan grogi, pernah saking mindernya ban belakang sampe robek dan mbledos. Kejadiannya waktu di Cihuni, critanya ngikutin atlit MTB yang pake sepeda mentul-mentul. Buset nih orang kuencengnya naudzubilah turunan tanjakan jalan tanah maupun batu-batu dilibas dengan fulspit. Meski agak kedodoran, si koneng masih mampu ngimbangin, pas ketemu turunan berbatu pun tetep diusahakan fullspit kayak om atlit, namun ternyata peredaman goncangan yang cuma mengandalkan ban belakang dan bokong yang tebal tidak cukup untuk melawan kodrat alam. Walhasil jadi nuntun sepeda sekitar 3 km ke kampung terdekat gara gara ban mbledos.

Semenjak kejadian itu jadi kepikiran punya (ngerakit) sepeda yang bisa mentul-mentul cuman masalahnya harga frame sepeda yang mentul mentul itu gak murah. Terpaksa bersabar memendam keinginan cukup lama sampai akhirnya temen di milis melepas frame sepeda mentul mentul dengan harga bersahabat. Chit-chat sebentar dengan menteri keuangan di rumah langsung diapprove dengan syarat harus nyicil gak boleh langsung jadi. Siap laksanakan hehehehe.











Frame United Patrol FXP Coil 2009

Part yang sudah ada :
  1. Shifter SRAM X7
  2. FD SRAM X7
  3. RD SRAM X9
  4. Sprocket 9 Speed Sunrace
  5. Chain HG 73 Shimano

Read more...

The Old Man And The Bike

>> 04 Agustus 2009

Namanya pak Gito usianya nyaris 75 tahun namun badan dan raut mukanya masih terlihat segar. Pertemuan kami berawal di depan warungnya pakdhe tori di patal senayan, tempat kumpulnya temen-temen B2W dari cileduk dan sekitarnya atau yang tenar disebut d'Rock. Sore itu saya nyampe sebelum maghrib. Sambil menunggu temen-temen d'Rock sekalian mompa ban si eco yang kayaknya agak kempes. Tiba-tiba pundak saya ditepuk, reflek saya menoleh "Bisa pinjem pompanya mas? " Silahkan pak jawab saya. Telah berdiri dihadapan saya sorang bapak dengan celana bahan dan jaket biru pudar, kulit sepatunya nampak mengelupas di sana-sini. Sepeda federal biru disampingnya nampak kokoh dan terawat meskipun beberapa bagian catnya termakan karat. Saya pulang ke Cipondoh-Tangerang pak, jawab saya saat dia bertanya kemana saya pulang. Ooooo, saya ke kebonjeruk jawab si bapak, kalo gitu ntar bareng ya, saya sholat maghrib dulu.

Selepas sholat maghrib dan menikmati segelas teh panas kami sepakat untuk berangkat. Dari hasil ngobrol dengan pak gito saya jadi tahu kalo beliau ini pelaku bike2work sejati, bike4work malah. Setiap hari pak gito bersepeda hampir 100 km, ya 100 kilometer bukan 10 kilometer. Pekerjaannya sebagai kurir dokumen mengharuskan beliau keliling jakarta dari pagi hingga sore. Pagi hari pak gito berangkat dari rumahnya di kebonjeruk ke kantornya dibilangan TB simatupang, kemudian dilanjutkan mengantarkan surat dan dokumen ke alamat penerima di seputaran jakarta pusat, selatan dan timur. Rata-rata 30 sampai 50 dokumen diantarkannya dalam sehari mulai dari halim, cawang sampai perkantoran di sudirman thamrin. Saya juga sering lho mas nganter surat ke kantornya mas yang di gatot subroto itu kata pak gito dengan penuh semangat.

Iseng dalam pikiran saya terlintas pertanyaan pak gito ini bersepeda karena pilihan atau karena keadaan yang mengaruskan beliau terpaksa bersepeda. Dulu saya pake motor mas, bensinnya boros, sering macet kena polusi juga, saya jadi gampang sakit. Akhirnya motor itu lebih banyak nganggur dirumah dipake kalo perlu saja. Alhamdulillah jatah uang transpor dari kantor bisa saya tabung, lumayan buat nambah modal warung istri saya. Saya juga jadi jarang sakit, paling ya flu pilek ringan. Saya sungguh terharu dan bangga mendengar jawaban pak gito yang lugas itu.

Kami berpisah di kebonjeruk, sebelum berpisah saya copot biketag kuning dibawah sadel sepeda dan saya serahkan kepada pak gito. Beliaulah yang lebih layak mengenakan biketag tersebut. Dengan biketag itu mudah-mudahan banyak rekan B2W yang menyapanya dijalan , mengajaknya ngobrol sehingga semakin banyak cerita-cerita kebersahajaan pak gito yang diserap oleh kami pelaku B2W.

Read more...

Penjualan Sepeda Motor Akan Tembus 500.000 Unit

>> 31 Juli 2009

Sungguh fantastis 500.000 unit alias setengah juta motor diperkirakan bakal berlalu lalang di jalanan hanya dalam tempo satu bulan (Kompas 27/07/2009) , artinya rata rata tiap hari sekitar 16.666 unit motor yang berpindah ke tangan konsumen. Di Jakarta saja saat ini pengajuan permintaan STNK baru untuk motor sekitar 1.500 buah per hari, artinya dalam satu bulan sekitar 45.000 motor merangsek mencari jalur di jalanan kota Jakarta yang semakin sesak. Tidak menyisakan sedikitpun space buat sepeda dan pejalan kaki.

Read more...
Bike To Work

  © Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP