Blogspot GROGI
>> 15 Februari 2011

ternyata bule juga bisa grogi. Ceritanya pas saya mau bales komentar di salah satu postingan. Blogger minta verifikasi kata GROGI.
awak waras, irit beras, manuk bergas

ternyata bule juga bisa grogi. Ceritanya pas saya mau bales komentar di salah satu postingan. Blogger minta verifikasi kata GROGI.

Baru tahu kalo perpanjangan STNK cuma butuh waktu setengah jam. Selama ini stigma yang melekat pasti ribet dan lama, makanya bertahun tahun punya kendaraan bermesin selalu urus STNK via biro jasa atau calo. Tentu dengan biaya yang lebih mahal antara 30 ribu sampe 50 ribu. Tapi biro jasa deket rumah yang saya pake tahun kemaren bener bener "ngehe" masa buat jasanya aja musti bayar 100 ribu dengan alasan buat beli materai, fotokopi berkas dan biaya administrasi. padahal tarif jasa resminya cuma 30 ribu. So daripada dikibulin lagi, tahun ini saya coba urus sendiri itung-itung pengalaman.
Syarat yang dipersiapkan cuma KTP asli, BPKB+STNK asli plus duit tentunya. Semua berkas tadi wajib difotokopi. Saran saya mending fotokopinya di tempat fotocopy yang ada di samsat, semua berkas udah diurutin dan dimasukkan ke dalam stopmap sama tukangnya. Berhubung domisili saya di Tangerang Kota maka meluncurlah saya ke samsat Cikokol, pas lagi copy berkas sama abangnya dikasih tahu kalo untuk pengurusan STNK Kecamatan Cipondoh, Ciledug, Karangtengah, dan Pinang dilayani di Samsat Ciledug.
Ok singkatnya saya harus pindah ke samsat Ciledug, disambut dengan banner di pintu masuk "Perpanjangan STNK maksimal 60 Menit setelah berkas lengkap". Coba saya buktikan:
. 10.05 Menyerahkan berkas ke loket Pengambilan Formulir di Lt 1
. 10.10 Nunggu lima menit langsung dipanggil
. 10.15 Berkas diserahkan ke Loket Daftar Ulang di Lt 2
. 10.20 Dipanggil untuk Cek BPKB asli
. 10.30 Dipanggil ke Loket kasir buat bayar PKB
. 10.35 Dipanggil untuk ambil STNK
Ternyata benar kurang dari 60 menit, padahal yang ngurus STNK lumayan rame maklum hari sabtu. Satu lagi di lantai 2 disediakan tempat bermain anak, jadi pengunjung yang bawa krucil bisa memanfaatkan sembari menunggu proses di Samsat. Di sekitar lokasi juga tidak tampak calo berkeliaran. Total biaya diluar tarif pajak cuma 7000 rupiah saja, goceng buat potokopi dan stopmap sisanya buat parkir.
Satu lagi bukti empiris manfaat B2W yang saya rasakan. Gowes pagi bikin BAB a.k.a buang air besar alias pup alias rekob jadi lancar. Semenjak break gowes pasca operasi tiga bulan yang lalu ritme biologis saya ternyata berantakan, panggilan alam itu datang suka suka kadang pagi kadang sore kadang malem.Seringkali malah produksi limbah itu berhenti alias macet. Syukur seminggu ini setelah mulai rutin B2w lagi ritme itu kembali normal. Sampai di kantor sebelum mandi pasti pengen bang bing bung kita nabung.
Saya belum gugling dan kayaknya gak perlu riset untuk membuktikan hubungan gowes dan pup wong ini cuma perasaan saya saja kok. Praduga saya sih karena otot-otot pencernaan kita ikutan bergerak dan berkontraksi selama gowes. Sebab lain karena lubang knalpot kita kesodok-sodok sama sadel sehingga "emas organik" itu buru buru mau keluar hehehehehehe.
So,buat anda yang ritme biologisnya acak adut coba aja gowes rutin tiap pagi, muter muter komplek aja juga gapapa, kalo beruntung pasti septikteng anda cepat penuh. Its work on me.
Udah lebih dari seminggu sambungan telpon di rumah ngadat, kalo ditelpon ada nada sambung tapi pesawat gak bereaksi sama sekali alias gak bunyi. Pun demikian kalo buat nelpon selalu nada sibuk yang terdengar. Udah lapor ke provider berulangkali jawabannya cuma laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti.Tapi sampai hari kedelapan ini tidak satupun petugas yang bertandang ke rumah.
Kejadian kayak gini bukan kali pertama ini saya alami, beberapa bulan yang lalu koneksi internet dirumah juga dudul. Anehnya setiap kali lapor ke CS-nya penjelasan dan solusi selalu sama. Dimulai dengan mencabut kabel koneksi sampai mematikan modem. Setelah cara-cara primitif itupun gagal petugas menjanjikan untuk meneruskan keluhan saya ke technical support karena masalahnya ada pada jaringan. Saya pun diminta menunggu maksimal 3 jam dan akan dikonfirmasi. Namun janji tinggal janji, gangguan koneksi tak kunjung selesai.
Bosan menunggu, saya tuliskan masalah itu melalu surat pembaca di sebuah media online. Hasilnya cukup manjur, 3 jam berselang dari terbitnya keluhan saya pihak provider menelpon dan menyampaikan informasi bahwa koneksi internet sudah normal kembali.Kali ini informasi itu benar, internat di rumah kembali lancar jaya bahkan tiap minggu selama sebulan semenjak kejadian itu pihak provider selalu menghubungi untuk menanyakan apakah ada keluhan terhadap koneksi internet saya. Kayaknya tuh provider trauma sama pelanggan kayak saya hahahaha.
© Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP